Senin, 14 Desember 2015

Bagaimana Jika Kamu diposisiku ?

 Dari dulu, aku Erni punya prinsip bahwa aku lebih percaya seorang sahabat dibanding pacar. meski waktu itu sama sekali aku tak memiliki seorang kekasih dan tak ingin memilikinya.
 Prinsip itu selalu aku ingat mulai SMP kelas 2 sampai akhirnya aku tamat dan masuk ke sekolah tingkat atas.

  prinsip ku tetap sama, aku memiliki banyak teman dan salah satu diantara mereka tlah aku anggap sahabat. Menurut ku waktu itu sahabat adalah seorang teman yang s'lalu mengerti aku, memberi aku dorongan, bisa membantuku disaat keterpurukan ku, dan aku berharap ini adalah sahabat ku..
Aku tak pernah berfikir untuk memiliki kekasih 1 sekolah apalagi 1 kelas, tapi itulah kenyataan nya aku menyukai teman 1 kelas ku sendiri. aku menyukai dari segi tertentu yaitu kepribadiannya yang unik, dan cara dia menghargai seorang perempuan, rasa pertemanan yang kuat, dan dia orangnya humoris dan dewasa.
hampir setengah tahun lebih rasa itu aku pendam tanpa seorang pun yang tau perasaan ku. sampai saatnya aku bercerita pada seorang teman yang sekaligus adalah "sahabat" ku sendiri, tapi saat itu hubungan sahabat ku ini tidak baik dengan laki2 yang aku sukai.
     ada kelegaan tersndiri setelah aku bercerita dengannya, dia (sahabatku) memberikan masukan2 dan memberikan dukungan yang membuat aku semakin semangat dan percaya diri.

Hari berlalu dan aku mulai memberikan tanda2 kepada cowok yang aku taksir, mulai dari perhatianku... sering melontarkan senyumanku, tapi aku tak tau dia menyadari atau tidak.
semakin lama aku semakin banyak berharap,karna mulai ada kedekatan.
hmmm.... agar tidak ribet, sebut saja dia "Rian" cowok yang aku taksir, dan sahabat ku bernama "Mira". Saat aku mulai banyak berharap, aku ingin Mira dan Rian berdamai, sampai beberapa usaha aku lakukan,dan pada akhirnya usaha itu berhasil.
Sejujurnya aku ingin Mira membantuku untuk lebih dekat dengan Rian, karna saat itu Mira sedang berstatus pacaran dengan salah 1 Seniorku terkadang aku cemburu melihat perhatian2 yang saling mereka berikan.

   Waktu terus berjalan mengikuti arus, dimana Rian memberi harapan, dan waktu itu adalah saat dia mengikuti salah satu kontes Vokal bersama teman2nya di Balai kota.. Siang itu tepat saat proses belajar masih berlangsung, dia harus pulang lebih awal bersama rekannya yang memang 1 kelas juga dengan ku. Saat akan berangkat dia menghampiriku
" Kalo masih sempat datang, datang ya nonton kami...kemungkinan masih lama kami tampilnya karna nomor urut kami juga masih jauh" ujarnya

"akan ku usahakan" jawab ku (sambil tersenyum)
gimana saat itu senang ku ntah la,
Saat bel menunjukkan jam pulang sekolah , aku langsung meraih ransel dan bergegas ke lapangan tempat perlombaan dilangsungkan.

Aku melihat saat dia memetik gitarnya, bernyanyi, tersenyum ke arahku.. :)
saat itu benar2 senang.. hahahaha... (biasalah ABG jatuh cinta)

setelah selang beberapa minggu, tanpa kusadari sebagian teman dari kelas ku sudah mulai mencium keadaan ini... tapi aku masih berlagak seperti tak terjadi apa2..
sampai saat itu tiba, ya saat dimana Mira pergi bersama Rian untuk mengerjakan Tugas Kelompok Agama ke salah satu Warung Internet (Warnet) dan Mira mmberiku kode dengan senyumannya, dan aku mengerti bahwa itu adalh saat dia akan jujur pada Rian untuk memberik tahu perasaan ku.

Aku melatih Pramuka tak konsentrasi lagi, hehehehehe....
dan keesokkan harinya tepat nya diruangan sekolah..
rian memanggilku ke tempat duduknya
"er, kemari... ada yang mau kusampaikan" panggilnya
"iyah, kenapa Ri," pungkas ku (sambil menuju tempat yang dia tempati)

"begini, aku sudah melihat bagaimana perhatianmu padaku, dan sebagian dr teman2 juga sudah memberi tahunya padaku" ujarnya
"tunggu, ini masalah apa Ri??" potongku (sedikit pura2 bingung)
"masalah perasaan mu padaku" ujarnya
"jujur er, aku suka sama mu.. tapi mungkin untuk sekarang hanya sebagai teman. karna aku masih berpacaran dengan pacar ku sebelumnya yang tinggal di Kampung" sambungnya..
"yah, gpp kali Ri, lagian kan aku gak bilang kau harus jd pacarku.. aku hanya ingin kau tau aja perasaan ku aja, setidaknya aku sudah lega sekarang" jwab ku (sambil sedikit kecewa, tetapi berusaha tersenyum tipis)
Saat itu disaksikan oleh Mira dan Agung (teman baiknya Rian) aku benar2 ditolak...

 sampai 1 minggu setelah kejadian itu aku masih muram... dan Mira mendatanagi aku...
"er, ayok pulang.. ajakin itu si Rian..."
"ayok s*y*ng bilang" sambungnya
"gak aaah... gak berani" jwab ku

"aah , payah.. lihat ini..." (sambil mendekati Rian, Mira menarik tangannya, dan berkata"
"ayok S*ayang pulang"
 aku tersenyum saja, sambil berfikir (" baguslah, kalo mereka sekarang sudah lebih baik dan berdamai")

Beberapa hari setelah itu Agung pergi ke kampung karena ada hal yang ingin dia urus...
dan aku dikelas masih dengan perasaan yang sma sedang bercanda dengan salah satu teman ku juga Mira.. dan saat candaan itu berlangsung Mira tanpa sadar mengatakan padaku
" kenapa masih muram saja"???
masih kepikiran Rian?? sambung nya
"hmmmm...'' jwabku
  " Sudah lah, aku saja sudah putus dengan senior kita langsung dapat pengganti" sambungnya
"haaa... bener kamu Mir? siapaa?? kog gak cerita2??" tanya ku penasaran
"ada deh, nnti juga kamu tau" sambungnya
"Aku tau... ahahahahha" Pungkas Rizki (salah satu teman sekalsku)
"sok tau " potong Mira serambi menatap Rizki seakaan memberi kode
"siapa ki?? Siapa Mir?? ih aku gak tau yaa" semakin penasaran aku
"gak siapa2" sambungnya

Aku masih penasaran, dan tak habis pikir kenapa dia tak mau jujur masalah ini...
dan dengan alasan kebelet, aku mengajak Tina teman sebangkunya Mira ke toilet, sampai disana aku tidak masuk malah berdiri di depan Tina, dan tina menatapku serambi berkata;
"ada apa? kenapa gak masuk???"
"ada yang ingin aku tanya tin..kuharap kau bisa mnjawabnya jujur." kata ku
"buat takut aja er, kenapa sih??" tanya nya
perlahan aku mulai bertanya.. "siapa pacarnya Mira sekarang? pacar barunya?"
dan seketika Tina terlihat mulai khawatir, dan meraih Handphone nya, dan meminta ijin meng SMS seseorang, dan aku iyakan sementara dia belum menjawab pertanyaan ku..
setelah selang beberapa menit dia mendatangiku dan mulai menjawab;
"gini Er, tolong jangan marah dulu, sebenarnya pacar baru Mira adalah....
Rian". jawabnya
Tak sadar dengan dengan jawaban itu aku tertegun diam dan kaku.. dan kupastikan sekali lagi apa yang baru saja kudengar, setelah kudengar sekali ini "RIAN"  aku meninggalkan Tina sendiri di Lorong toilet itu dan masuk ke kelas ku seakan saat itu aku ingin jatuh ditempat aku berjalan. didepan pintu kelas kudapati Mira berdiri dan mencoba berbicara dengan ku, tak kuhiraukan dan aku  langsung menutup wajahku dibalik badan Aini, teman sebangku ku...
Aini terheran dan berusaha menanyai nya, aku masih terus bertahan dibalik badannya dan membasahi seragam sekolah Aini, setelah aku mulai tenang aku mengangkat wajahku,dan tenyata disampingku Mira sudah duduk dan mencoba berbicara...
Penjelasan demi penjelasan sudah aku dengar... dan paling menyakitkan adalah Tina, dan Agung berusaha menyembunyikan itu dariku bahkan sampai 2 minggu... berselang beberapa menit Agung menelpon ku dan meminta maaf... tak kusangka semua akan jadi seperti ini... ternyata mereka mulai menjalin hubungan itu dari Mira dan Rian pergi mengerjakan Tugas Kelompok kemarin..dengan alasan Mira sudah mengatakan perasaan ku pada Rian, dan Rian memilihnya...
 Semua kucoba pahami, meski mereka tak pernah memahami aku sama sekali..
SINGKAT CERITA...
setelah aku mulai bisa menerima keadaan itu, meski terkadang aku sering kurang suka melihat kemesraan2 mereka di kelas dan di depan ku.. lengkap sudah/.....!!!

Setengah tahun setelah itu kami mengadakan Praktek Kerja Lapanagn yang diadakan seluruh Siswa/Siswi tingkat 3 seluruh sekolah kejuruan dikota itu..
Aku (Erni), Rian dan Agung ditempatkan di Kantor yang sama untuk tugas lapangan ini,kami sering bercanda bersama, tertawa dan pulang sama...
saat seru bercanda tanpa kusadari aku mengungkit masalah 6 bulan lalu mengenai kekecewaan ku, dan Rian tiba2 terdiam, dan aku mulai bercerita2 dengan Agung;
"kamu juga Gung, ikut2an nutupikan" kataku sambil tertawa kecil
"Aku gak tau kamu suka sama ku, tapi kenapa kamu gak bilang terlebih dahulu, jadi Mira yang sekarang bersamaku, coba kamu yang duluan mengatakannya, mungkin sekarang kita bersama" potong Rian...

kata2 itu benar-benar tak kusangka akan keluar dari bibir Rian, yang membuat aku terdiam, bingung dan tak menyangka kalau Mira melakukan itu semua.
Saat aku menjelaskan pada Mira tetapi dia malah balik marah padaku...
dia menyangka aku masih tak terima sampai2 aku mengungkit masalah yang sudah 6 bulan terlampaui.
aku hanya diam, dan bertanya dalam hati " Mir, bagaimana jika kamu ada di Posisiku??"
tetapi jujur, mulai saat itu aku masih sulit untuk mencari sahabat dan rasa sayang pada Rian masih ada sampai aku bertemu seseorang lagiii...

Mulai sejak itu aku kembali seperti diriku sendiri,menjadi seseorang yang seperti dulu yang tak merubah apapun pada diriku hanya karena ingin mendapat perhatian darinya.. karena aku butuh seseorang yang menerima aku seperti aku saat ini...

Dikutip dari Catatan Harian penulis
14 Februari 2011
Salam Manis

Penulis











Erni Rathe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar